Bulu Matamu



Sebagian Besar Sajak Yang Terhimpundalam Buku Ini Adalah Sajak Sajakyang Sempat Hilang Sajak Sajak Yang Berasaldari Tahun Tahun Pertama Kepenyairan Saya.Sajak Sajak Sebelum Celana.Bulu Matamu

Is a well-known author, some of his books are a fascination for readers like in the Bulu Matamu book, this is one of the most wanted Joko Pinurbo author readers around the world.

!!> Read ➶ Bulu Matamu  ➺ Author Joko Pinurbo – Firstchance10k.co.uk
  • Paperback
  • 54 pages
  • Bulu Matamu
  • Joko Pinurbo
  • Indonesian
  • 07 November 2018

10 thoughts on “Bulu Matamu

  1. says:

    Huruf huruf Jokpin yang sentiasa menari dan bercerita Penyair Di dadamu orang orang mati tak mau dikuburkan.Penyair Di kepalamu orang orang gila membangun rumah sakit jiwa.Dan perempuan tua yang terus tersenyum itu masih saja memasak puisi.Kantuknya ia jaga sampai pagi Kantuknya ia tahan sampai mati.Banyak hal dibuku ini yang saya suka Rindu dan sepi yang entah kenapa terasa enak didengar Paling gemar puisi Membaca Koran Pagi yang bagi saya sedikit sentimental.Dan terima kasih Jokpin un Huruf huruf Jokpin yang sentiasa menari dan bercerita Penyair Di dadamu orang orang mati tak mau dikuburkan.Penyair Di kepalamu orang orang gila membangun rumah sakit jiwa.Dan perempuan tua yang terus tersenyum itu masih saja memasak puisi.Kantuknya ia jaga sampai pagi Kantuknya ia tahan sampai mati.Banyak hal dibuku in...

  2. says:

    Sajak kegemaran saya sudah tentu Membaca Koran Pagi

  3. says:

    Sajak sajak Joko Pinurbo selalu menggugah saya Kali saya melihat beliau itu di tahun 2002 ketika di UMS Solo, acara temu penyair nasional dan internasional, saya lupa nama acaranya apa mereka waktu itu menjual Antologi Puisi dari penyair yang hadir Nah salah satunya Joko Pinurbo Saya masih mahasiswa culun jurusan bahasa asing, masih belajar membaca dan memahami puisi dan terus berusaha menjadi pemabuk sunyi yang handal Bahkan baru dengar tentang Pak JokPin yang saat itu digandrungi sebab sa Sajak sajak Joko Pinurbo selalu menggugah saya Kali saya melihat beliau itu di tahun 2002 ketika di UMS Solo, acara temu penyair nasional dan internasional, saya lupa nama acaranya apa mereka waktu itu menjual Antologi Puisi dari penyair yang hadir Nah salah satunya Joko Pinurbo Saya masih mahasiswa culun jurusan bahasa asing, masih belajar membaca dan memahami puisi dan terus berusaha menjadi pemabuk sunyi yang handal Bahkan baru dengar tentang Pak JokPin yang saat itu digandrungi sebab sajak sajaknya sederhana, jenaka, sunyi yang subtil, tabah, kadang juga bisa membuat tersenyum dalam kemuraman Begitulah yang saya dengar dari beberapa orang yang saya tanya saat Beliau tampil membacakan sajaknya yang membuat semua ngakak Saya lupa sajaknya apa Pokoknya ada perempuan meneror di kamar mandi dan memberikannya baju Saya lupa Bukunya ada di rumah Jenawi soalnya.Kumpulan puisi di buku ini, sebelum lahirnya Kumpulan Puisi Celana Membaca di bagian pe...

  4. says:

    Buku ke 45 yang selesai dibaca pada tahun 2015.Kumpulan puisi yang mengumpulkan puisi puisi Joko Pinurbo di awal awal masa kepenyairannya yang sebagian besar belum pernah diterbitkan sebelumnya, sebelum terbitnya kumpulan puisi yang membuatnya terkenal, Celana.Mengumpulkan puisi yang dibuat mulai tahun 1980 saat ia berusia 18 tahun hingga 1991.Karena ini adalah karya awalnya, terlihat ada beberapa puisi yang menurut saya biasa saja, tidak seperti karyanya saat ini Tapi ada juga yang sudah s Buku ke 45 yang selesai dibaca pada tahun 201...

  5. says:

    Ya perlu bersetuju dengan Karl Agan, puisi Membaca Koran Pagi adalah yang paling mengesankan dalam kumpulan ini Namun kumpulan ini terlalu pendek Baru mahu masuk ke dunianya, habis sudah pembacaannya Kau kesurupan puisi, ujar orang gila itu ...

  6. says:

    Dibandingkan dengan Surat Kopi, puisi puisi yang dirangkum dalam buku ini masih kalah Puisi puisi yang dibuat selama awal kepenyairan Jokpin ini tidak sekuat yang lain Meski tetap segar dan intim Bulu matamu Padang Ilalang memang menjadi favorit.

  7. says:

    ah senang sekali bisa berjodoh menemukan puisi Tunggu 1986 Joko Pinurbo dalam buku ini.

  8. says:

    deburan deburan sepanjang waktu, tidakkah meluluhkan hatimu Air Terjun, 1990 Di musim yang rusuh ini, di musim yang resah ini, hangatkan hati yang tetap tinggal Desember, 1991.

  9. says:

    Maka di bawah langit yang pendiam kita reguk cahaya bulan dalam hangat dan bisu Biarlah hati kita saling mengucapkan rindu Terimalah sajakku dalam bahasamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *